Awal September 2018, saya mengurus student visa dengan meminta bantuan lembaga konsultasi pendidikan luar negeri yang ada di Yogyakarta. Berkas yang dibutuhkan saya kirim ke lembaga tersebut dengan jasa pengiriman PT. POS Indonesia. Berkas sampai ke lembaga itu pada hari berikutnya. Selanjutnya saya dibantu pengisian aplikasi secara online, saya ikut mengecek untuk memastikan data yang diisikan oleh mereka benar. Selang beberapa minggu kemudian, saya mendapat email dari kedutaan New Zealand jika permohonan perpanjangan student visa saya telah disetujui, dan saya diminta mengirimkan paspor saya. Email saya forward ke lembaga tadi, dan mereka menginformasikan bahwa paspor saya telah dikirim ke Head Office mereka di Jakarta pada tanggal 13 September melalui jasa pengiriman TIKI. Setelah di cek di system pada tanggal 18 September ternyata paket tersebut dinyatakan HILANG. Harusnya paket tersebut sampai di alamat yang dituju tanggal 14 September. Sementara pihak TIKI tidak mengkonfirmasi hilangnya paket tersebut. Artinya sudah 4 hari paket hilang, TIKI hanya diam seolah tidak tahu menahu, sungguh jasa pengiriman yang tidak profesional.

Mendengar jika paket berisi paspor saya hilang, lemes lah saya. Takutnya paspor tersebut digunakan untuk hal-hal yang tidak diinginkan. Keesokan harinya pukul 7.00 saya berangkat ke POLRES di daerah Kalisari Semarang untuk membuat Laporan Kehilangan Polisi. Setelah mendapatkan laporan tersebut, saya segera menuju ke kantor imigrasi Semarang ke bagian WASDAKIM untuk membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Tiap kali ke WASDAKIM, tamu harus menggunakan name tag yang bisa diperoleh di bagian informasi dengan meninggalkan kakrtu identitas. Berkas yang harus di bawa adalah sebagai berikut:
  1. Fotocopy KTP (gunakan kertas A4, jangan dipotong )
  2. Fotocopy KK
  3. Fotocopy akta lahir (waktu itu saya bawa surat nikah, suruh akte saja, lebih kuat katanya)
  4. Fotocopy paspor yang hilang
  5. Laporan Kehilangn Polisi
  6. Diminta buat kronologi kejadian lengkap dengan tanggal dan jam kejadian secara runtut (harusnya ini tugas mereka, tapi mereka meminta saya mebuatnya)
  7. Surat pernyataan dari lembaga yang bertanggung jawab mengirimkan paket
  8. Surat pernyataan dari TIKI yang telah menghilangkan paket (ini proses yang paling complicated, mereka hanya seolah mau lepas tangan dan tak tanggung jawab. Ketika komplain mereka hanya mau mengganti 10x ongkir, bahkan kata staf lembaga pendidikan yang mengejar surat ini diterbitkan harus menunggu sekitar 1 jam dan ini harus ditungguin, kalau tidak ditungguin saat itu juga entah bagaimana nasibnya)
Datang ke WASDAKIM pertama kali, meminta jadwal pembuatan BAP dahulu. Datang lagi yang kedua nanti di interview cukup lama, kasus saya selama 2 jam. Setelah selesai, nanti kita tinggal menunggu panggilan dari kantor imigrasi apakah kita bisa diterbitkan paspor baru atau ditangguhkan.
Setelah menunggu 10 hari, saya mendapat panggilan dari imigrasi jika berkas saya bisa diambil dan bisa diterbitkan paspor baru. Tanggal 3 Oktober, saya mengambil berkas, lalu melakukan prores interview dan foto. Total biaya yang harus dibayar adalah Rp 655.000,- (Rp 350.000 paspor, sisanya adalah denda). Untungnya lembaga yang membantu mengurus student visa saya menanggung semua biaya tersebut. Mereka memang harus bertanggungjawab, karena tidak melakukan konfirmasi terlebih dahulu jasa pengiriman apa yang akan digunakan. Berdasarkan informasi mdari staf di lembaga tersebut, biasanya mereka menggunakan jasa pengiriman dari rekanan mereka sendiri, tapi karena saat itu libur, mereka menggunakan jasa pengiriman TIKI.


Pelajaran berharga disini adalah, untuk dokumen penting gunakan jasa pengiriman yang terpercaya. Jangan percayakan paket Anda dengan jasa pengiriman yang track recordnya tidak baik. Baca forum, jasa pengiriman mana yang banyak di komplain dan seolah lepas tangan. Menurut informasi dari petugas imigrasi yang membuat BAP saya, kejadian hilangnya paspor dengan jasa pengiriman TIKI sudah beberapa kali. Masihkah Anda percaya denga TIKI?

Posted on Kamis, Oktober 04, 2018 by Unknown

No comments

Awal September lalu saya harus mengurus perpanjang student visa. Salah satu syaratnya adalah menyertakan SKCK. Catatan ini barangkali untuk mengingatkan saya pribadi dan/atau untuk Anda yang ingin mencari informasi bagaimana cara mengurus SKCK baru sebagai syarat pengurusan student visa.
Berikut langkah yang harus dilalui:
  1. Meminta surat keterangan dari ketua RT dan RW
  2. Meminta surat keterangan dari keluarahan dengan membawa bukti surat keterangan yang telah diperoleh dari RT/RW
  3. Surat keterangan dari keluarahan di bawa ke kecamatan untuk di cap.
  4. Surat keterangan yang diperoleh tadi selanjutnya di bawa ke POLRES. Pastikan Anda juga telah membawa persyaratan yang diminta di antaranya (syaratnya saya buat rangkap 2 (dua), yang satu untuk di POLRES, 1 lagi untuk di POLDA:
    • Fotocopy KTP dengan menunjukkan KTP asli. (2 lembar)
    • Fotocopy Kartu Keluarga (KK) (2 lembar)
    • Fotocopy akte lahir/ijazah terakhir (2 lembar)
    • Pas foto ukuran 4x6 dengan latar belakang MERAH, berpakaian sopan, tampak muka & keuda telinga (bagi yang berjilbab, foto harus tampak muka dan tidak boleh pakai cadar) (10 lembar)
    • rumus sidik jari (ini sekalian bikin di POLRES, jadi setelah pesyaratan lengkap, dan form sudah diisi, ambil antrian ke pembuatan rumus sidik jari, nanti akan dipanggil sesuai nomor antrian tersebut, rumusnya tidak diberikan ke kita, petugas akan menuliskan rumus itu di form yang tadi kita isi.
    • Mengisi formulir SKCK (segera ambil formulir yang telah disiapkan di meja begitu sampai di ruangan pembuatan SKCK, lalu isi, setelah selesai, ambil antrian untuk membuat rumus sidik jari, masuk saja ke ruangan bialng ke petugas minta nomor antrian)
  5. POLRES akan menerbitkan surat keterangan bentuknya seperti SKCK warna putih, nanti dibawa ke POLDA.
  6. Di POLDA lantai dasar, menuju ke ruangan pembuatan SKCK. Waktu saya bikin saya tidak membawa lembar persyaratan yang telah saya sebutkan di poin 4, karena saya waktu itu bawa 1 rangkap saja, dan di POLRES berkas itu diminta tidak dikembalikan. Form juga disuruh isi lagi sebenarnya. Cuma setelah bernegosisasi, akhirnya saya tidak perlu mengumpulkan berkas lagi, dan tidak perlu mengisi form lagi. Cukup surat keterangan yang saya dapat dari POLRES saya serahkan, lalu diterbitkan SKCK. 
  7. Copy SKCK tadi sebelum di stempel sesuai kebutuhan, lalu bayar Rp 30.000,-. 
  8. Selesai
Oiya, kalau mau masuk POLDA Jawa Tengah kita diminta lepas jaket, motor di parkir depan dulu, masuk ke pos jaga jalan kaki buat minta name tag TAMU sambil menitipkan kartu identitas. Lalu ambil motor lagi, menuju ke tempat parkir, jaket tidak boleh dipakai dulu ya guys. Untuk persyaratan perpanjangan SKCK baik yang lebih dari 1 tahun atau kurang 1 tahun keterangannya ada di gambar berikut ini.


Semoga informasi ini bermanfaat.

Posted on Kamis, Oktober 04, 2018 by Unknown

No comments

Tanggal 3 - 5 Juli 2015, saya mendapatkan kesempatan untuk ikut kegiatan di Postgraduate Seminar di Massey University, Palmerstone North, New Zealand. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan wajib untuk mahasiswa S3 di School of Engineering and Advanced Technology (SEAT) di Massey University. Karena posisi kampus saya di Albany, Auckland, maka beberapa mahasiswa dari kampus saya diakomodir oleh panitia mulai dari perjalanan sampai penginapannya. Berangkat dini hari tanggal 3 Juli karena bus menuju ke Palmerstone berangkat jam 07.30, sementara kami harus memulai perjalanan kami dari Albany Bus Station, kurang lebih 45 menit menuju Bus City Station di Hobson St.

Perjalanan dari Auckland menuju Palmerstone memakan waktu 10 jam, karena kami harus berhenti beberapa kali untuk beristirahat dan makan. Karena sedang bulan Ramadhan, tentunya perjalanan ini berbeda dan menantang, karena saya satu-satunya mahasiswa muslim di rombongan Albany. Kami sampai di Massey Campus, Palmerstone pukul 18.00, kami langsung menuju ke Student Hall.

Hari berikutnya adalah kegiatan inti, yakni presentasi slide. Kami diminta untuk mempersiapkan presentasi 15 slide, tiap slide disetting 20 detik, jadi kami hanya memiliki kesempatan berbicara didepan peserta seminar sekitar 5 menit. Tidak ada feedback atau QA session, karena kegiatan tersebut dimaksudkan untuk melatih mahasiswa mengkomunikasikan ide risetnya dan mengetahui progress risetnya.

Disana saya bertemu kawan satu institusi yang mengajak saya jalan-jalan ke beberapa tempat khususnya di city square, wind turbine, Massey campus di Hokowhitu yang katanya sudah dijual ke pihak lain, dan mengambil beberapa foto di beberapa spot menarik di kampus Palmerstone.

Hari ketiga, tidak ada aktivitas sama sekali. Kita persiapan pulang menuju ke Albany, dan kembali beraktivitas dengan kegiatan study. Dua hari setelah kegiatan, pembimbing saya menghampiri kantor saya, dan memberi kabar bahwa saya presenter terbaik di grup saya. Tiap grup ada 5 orang presenter. Meskipun kebenarannya benar atau tidak, tidak ada empirical evidence, saya anggap info dari pembimbing sebuah compliment, saya berterima kasih ke beliau, karena saya sehari sebelumnya dilatih sampai 3 kali latihan presentasi. Jujur ini pengalaman saya pertam kali ngomong / presentasi di depan orang banyak dan dosen + mahasiswa. Jadi latihan dari pembimbing sangat worth it.


Posted on Rabu, Juli 22, 2015 by Unknown

No comments

Setelah beberapa bulan sebelumnya membeli mobil baru di Indonesia untuk mobilitas istri dan anak-anak, pada tanggal 25 Juni 2015, saya akhirnya (nekad) membeli mobil lagi di New Zealand. Jujur skill untuk menyetir mobil masih belum lancar, hanya modal nekad saja, mudah-mudahan bisa belajar nyetir sendiri di negeri orang. Mobil berwarna putih, buatan Mazda model Familia tahun 1997 yang saya beli, dilihat dari mesin masih OK, namun bodynya sudah ada beberapa rust dan bumper sepertinya habis nabrak benda keras, sehingga ada bekas gesekan. Namanya mobil bekas, tentunya tidak berekspektasi untuk mendapatkan yang bagus yang penting harganya murah. Harga mobil ini mungkin lebih murah dari harga mobile phone selevel iPhone 6. Meski harga murah, ternyata pajaknya boleh dibilang sangat mahal untuk ukuran saya sebagai mahasiswa.


Hari ini (07/07/2015) saya mengurus Waranty of Fitness (WoF), semacam legal formal bahwa mobil laik untuk jalan, dan memastikan bahwa mobil masih aman untuk digunakan. Saya mengurus WoF di Speedy Motors, tepatnya di 12f Vega Place, Rosedale, Auckland 0632. Hanya menunggu kurang lebih 30 menit proses pengecekan selesai, dan bayar sebesar $30. Sementara mobil saya tidak ada catatan dari mekaniknya. Selanjutnya, mengurus REGO, kalau di Indonesia mungkin semacam membayar pajak STNK. Pengurusan REGO bisa dilakukan lewat Post office atau online. Saya memilih jalur online karena (katanya) lebih murah. Ada beberapa option jangka waktu pembayaran yang bisa dipilih mulai dari per 3 bulan sampai dengan lebih dari 1 tahun. Tergantung kepentingan dan budget juga tentunya. Sementara saya membayar untuk 3 bulan, sebesar $52.8. Planning ke depan adalah mengoptimalkan fungsionalitas mobil tersebut. :-)

Posted on Selasa, Juli 07, 2015 by Unknown

No comments