Adapun pertanyaan mana yang lebih didahulukan, kepatuhan pada orang tua atau perintah suami. Orang tua lebih dari semuanya, dalam banyak hal, namun ketika isteri sudah menikah, maka ketaatan kepada suami harus lebih didahulukan. Karena dengan taat kepada suami, merupakan di antara bentuk berbuat baik kepada orang tua juga, selama suami tidak memerintahkan sesuatu yang dilarang oleh agama Islam.
Dalilnya, dalam banyak hadits Rasul bersabda: "Kalau saja boleh aku perintahkan manusia untuk sujud kepada sesama manusia, maka akan aku perintahkan seorang isteri untuk sujud kepada suaminya".
Hadits yang lain, Rasul bersabda, seorang isteri tidak boleh melakukan puasa sunnat, kecuali ada izin dari suaminya. Demikian juga tidak boleh bersedekah dari harta suaminya, kecuali ada izin dari suaminya itu.
Dari banyak hadits tersebut, para ulama berkesimpulan, bahwa ketaatan isteri keepada suami, harus lebih didahulukan daripada lainya termasuk orang tua. Hal ini, nampak dari hadits di atas bahwa Allah melarang seseorang puasa sunnat kecuali ada idzin dari suami. Ini artinya ketaatan dan izin suami sangat luar biasa, sampai dalam hal ini, 'mengalahkan' ketaatan kepada Allah berupa puasa sunnat.
Di antara hikmah lainnya, adalah bahwa dengan demikian, maka isteri akan lebih perhatian kepada anggota keluarganya, suami dan anak, dari pada yang lainnya. Karena yang memperhatikan suami hanyalah isteri, sekaligus yang menghidupi dan membimbing isteri adalah suami, sedangkan yang mengurus orang tua ada yang lainnya, misalnya saudara, atau putra putri lainnya.
Meski demikian, dalam praktek di lapangannya, isteri perlu terlebih dahulu berdiskusi dengan suami. Sampaikan positif negatifnya. Misalnya, ketika orang tua mengundang acara, maka suami isteri perlu berdiskusi dengan baik. Bila setelah dipertimbangkan, menurut suami tidak perlu hadir, karena ada hal yang lain yang lebih penting, maka perkataan suami yang harus didahulukan. Dan dengan demikian, insya Allah termasuk di antara bentuk berbuat baik juga kepada orang tua kita.
Rasulullah saw bersabda: "Seorang isteri apabila shalat lima waktu dengan baik, puasa di bulan ramadhan dengan lengkap dan baik, menjaga kemaluannya, serta taat kepada suaminya, maka ia dapat masuk ke dalam surga dari pintu-pintu surga manapun yang dikehendakinya".
Subhanallah. wallahu a'lam.
sumber: aepsaepullohdarusmanwiati.blogspot.com
Categories
- Opini (2)
- Pengetahuan (3)
- Personal (19)
- Religi (4)
- Selingan ringan (2)
- Tips (3)
Popular Posts
- Desain Undangan Tasyakuran Pernikahan
- Mengembangkan Kecakapan Berpikir Rasional Pada Mata Kuliah Database Melalui Pendekatan Kontekstual dengan Problem Based Learning dan Computer Assisted Learning
- Rumahku Surgaku: Suami VS Orangtua
- Sekelumit Cerita dari Perjalanan Umroh dan Misteri Koper Pengantin
- Ketika Bunga Bicara