Meski awalnya sempat bersitegang dengan negara tetangga yang mengalami sebagian dari budaya kita, akhirnya perjuangan bangsa Indonesia dalam upaya mendapatkan pengakuan dunia atas batik yang merupakan salah satu warisan budaya kita mendapatkan hasil, dan patut mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari seluruh rakyat Indonesia. Menurut sejumlah media, penetapan batik sebagai budaya Indonesia adalah pada tanggal 28 September 2009, dan baru dikukuhkan pada tanggal 2 Oktober 2009 di Perancis. Sehingga tanggal 2 Oktober diusulkan sebagai hari batik nasional.
Kata batik sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Jawa, yaitu "amba" yang berarti menulis dan "nitik". Kata batik sendiri meruju pada teknik pembuatan corak - menggunakan canting atau cap - dan pencelupan kain dengan menggunakan bahan perintang warna corak "malam" (wax) yang diaplikasikan di atas kain, sehingga menahan masuknya bahan pewarna. Dalam bahasa Inggris teknik ini dikenal dengan istilah wax-resist dyeing. Jadi kain batik adalah kain yang memiliki ragam hias atau corak yang dibuat dengan canting dan cap dengan menggunakan malam sebagai bahan perintang warna. Teknik ini hanya bisa diterapkan di atas bahan yang terbuat dari serat alami seperti katun, sutra, wol dan tidak bisa diterapkan di atas kain dengan serat buatan (polyester). Kain yang pembuatan corak dan pewarnaannya tidak menggunakan teknik ini dikenal dengan kain bercorak batik - biasanya dibuat dalam skala industri dengan teknik cetak (print) - bukan kain batik. (www.wikipedia.com).
Proses Pembuatan Batik
Proses Pembuatan Batik
Secara umum proses pembuatan batik melalui 3 tahapan yaitu pewarnaan, pemberian malam (lilin) pada kain dan pelepasan lilin dari kain.
Kain putih yang akan dibatik dapat diberi warna dasar sesuai selera kita atau tetap berwarna putih sebelum kemudian di beri malam. Proses pemberian malam ini dapat menggunakan proses batik tulis dengan canting tangan atau dengan proses cap. Pada bagian kain yang diberi malam maka proses pewarnaan pada batik tidak dapat masuk karena tertutup oleh malam (wax resist). Setelah diberi malam, batik dicelup dengan warna. Proses pewarnaan ini dapat dilakukan beberapa kali sesuai keinginan, berapa warna yang diinginkan.
Jika proses pewarnaan dan pemberian malam selesai maka malam dilunturkan dengan proses pemanasan. Batik yang telah jadi direbus hingga malam menjadi leleh dan terlepas dari air. Proses perebusan ini dilakukan dua kali, yang terakhir dengan larutan soda ash untuk mematikan warna yang menempel pada batik, dan menghindari kelunturan. Setelah perebusan selesai, batik direndam air dingin dan dijemur.
Berikut beberapa link yang mengupas tentang batik:
Berikut beberapa link yang mengupas tentang batik:
- http://batikpekalongan.wordpress.com
- http://heritageofjava.com
- http://solobatik.athost.net
- http://www.batikdesigns.org
0 Komentar:
Posting Komentar
Feel free for giving me a feedback. Thank you.