Malam ini, saya mencoba menulis pengalaman pertama kali ke luar negeri seorang diri. Biasanya berangkat ke luar negeri bersama teman, dan keluarga.
Pada hari Senin, tanggal 13 Januari 2014, menjadi hari bersejarah buat saya karena ini pertama kalinya saya pergi ke luar negeri seorang diri. Jujur, saya sama sekali tidak berpengalaman ke luar negeri, karena jika ke luar negeri semua sudah ada yang mengurus segala administrasi dan pemeriksaan di bandara, dulu tahunya tinggal antri. Syukurlah akhirnya perjalanan saya mendapatkan kemudahan berkat bantuan semua kawan, saudara, serta doa dari keluarga.
Pada hari itu, sekitar pukul 5 pagi, saya berangkat menuju Bandara A. Yani, Semarang diantar oleh istri, dua putri kecil saya, kedua orang tua, ibu mertua, dan adik ipar saya. Kurang lebih 30 menit perjalanan, akhirnya kami sampai di Bandara. Setelah ritual pamitan, saya segera check in, dan menanti di ruang tunggu keberangkatan.
Pesawat yang saya tumpangi adalah Wings Air dengan nomor penerbangan IW 1802, yang merupakan penerbangan pertama pukul 06.00 dari Semarang menuju Denpasar. Setelah beberapa jam di udara, akhirnya sekitar pukul 08.45 saya sampai di Bandara international Ngurah Rai. Sedikit bingung karena ini pertama kalinya saya di bandara tersebut. Pepatah mengatakan takut bertanya sesat dijalan, dari pada tersesat saya mencoba meminta bantuan petugas bandara untuk menunjukkan ke saya International Departure Gate, dan alhamdulillah saya sampai juga di gate tersebut. Untuk keberangkatan international berada di lantai 3. Karena penerbangan saya pukul17.25 jadi harus menunggu lumayan lama. Untuk penerbangan internasional kita harus check in 3 jam sebelum boarding. Saya menggunakan pesawat Virgin Australia dengan mengambil jalur Denpasar - Brisbane - Wellington. Penerbangan pertama dengan Virgin Australia saya duduk di kursi 21F, kebetulan tidak ada penumpang lain disamping saya, jadi kursinya kosong bisa dibuat untuk tiduran, lumayan untuk 6 jam terbang di udara. Sekitar pukul 01.30 waktu Brisbane, pesawat dengan nomor penerbangan VA 4196 mendarat. Saya dan beberapa penumpang yang melanjutkan penerbangan selanjutnya langsung menuju ruang transit (transfer passengers), namun harus melalui bagian scanning terlebih dulu. Setelah lolos, saya menuju ke ruang tunggu sembari melihat papan informasi untuk memastikan keberangkatan berikutnya. Karena kebetulan tiket saya tidak ada nomor gatenya. Setelah melihat dengan seksama Information Gate yang panjang dan besar di atas lorong, akhirnya saya mendapatkan informasi penerbangan pesawat VA 66 akan masuk melalui Gate 78. Saya pun segera menuju gate tersebut dan karena penerbangan masih lama yaitu sekitar pukul 08.45 maka saya beristirahat di sofa panjang yang disediakan oleh bandara tersebut.
Tak terasa cukup panjang ceritanya, tapi disini waktu sudah menunjukkan pukul 01.20 a.m. Jadi akan saya sambung lagi di postingan berikutnya. Thank you :)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Categories
- Opini (2)
- Pengetahuan (3)
- Personal (19)
- Religi (4)
- Selingan ringan (2)
- Tips (3)
Popular Posts
- Desain Undangan Tasyakuran Pernikahan
- Mengembangkan Kecakapan Berpikir Rasional Pada Mata Kuliah Database Melalui Pendekatan Kontekstual dengan Problem Based Learning dan Computer Assisted Learning
- Rumahku Surgaku: Suami VS Orangtua
- Sekelumit Cerita dari Perjalanan Umroh dan Misteri Koper Pengantin
- Ketika Bunga Bicara
0 Komentar:
Posting Komentar
Feel free for giving me a feedback. Thank you.