Tanggal 04 April 2015 adalah hari bersejarah dalam keluarga kami, karena pada hari itu putra pertama sekaligus anak ketiga kami lahir. Perasaan senang dan sedih bercampur aduk menjadi satu. Sedih karena saat proses persalinan, saya tidak bisa menemani istri secara langsung. Pada saat itu posisi saya sedang transit di Bali menunggu penerbangan menuju Semarang di
siang harinya. Saya berangkat dari New Zealand tanggal 3 April 2015 dalam rangka Pilot Study selama satu bulan di Indonesia, dengan niatan ingin menemani proses kelahiran istri juga. Sampai di Denpasar tanggal 4 April 2015. Sebelum saya beranjak dari New Zealand, istri sudah memberi kabar kalau perutnya sudah mulai nyeri, namun istri saya memprediksi bahwa prosesnya mungkin masih agak lama, karena nyeri yang dialami bisa jadi hanya kontraksi semu. Selain itu HPLnya juga sekitar tanggal 6 - 10 April. Istri juga bilang jika nanti adiknya mau lahir duluan, dia minta saya untuk mensupport doa saat di perjalanan. Ketika transit di Brisbane saya tidak bisa mengontak istri karena akses dan kuota internet saya habis. Sesampainya di Denpasar, sekitar jam 10 malam, saya mulai menelpon istri, memantau keadaannya. Kondisinya masih baik saja, istri masih bisa menahan rasa nyeri. Sekitar pukul 2 WITA istri mengabari bahwa dia sudah di RS. Mendengar kabar tersebut, saya sontak kaget dan bingung, karena banyak sekali pertanyaan yang muncul dibenak saya, kira-kira siapa yang mengantarnya ke RS, siapa yang menemani disana, dan siapa nanti yang mendampingi dst...dst.... Lama bercerita ditelpon, istri meminta menutup HPnya karena sudah tidak bisa menahan rasa nyeri. Selang satu setengah jam berikutnya, istri mengabari jika si kecil telah lahir dengan selamat, istri juga selamat, Alhamdulillah proses persalinan berjalan dengan normal dan lancar. Kelahiran Liam (nama panggilan putra kami) menjadi kado terindah untuk ulang tahun pernikahan yang ke-6 kami. Semoga kehadirannya memberikan keberkahan bagi keluarga kami, dan doa kami semoga Liam menjadi anak yang sholeh, bertakwa kepada Allah, mengikuti teladan Rasulullah, patuh kepada orang tua, serta bisa memberi manfaat untuk kepentingan ummat. Amin
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Categories
- Opini (2)
- Pengetahuan (3)
- Personal (19)
- Religi (4)
- Selingan ringan (2)
- Tips (3)
Popular Posts
- Desain Undangan Tasyakuran Pernikahan
- Mengembangkan Kecakapan Berpikir Rasional Pada Mata Kuliah Database Melalui Pendekatan Kontekstual dengan Problem Based Learning dan Computer Assisted Learning
- Rumahku Surgaku: Suami VS Orangtua
- Sekelumit Cerita dari Perjalanan Umroh dan Misteri Koper Pengantin
- Ketika Bunga Bicara

0 Komentar:
Posting Komentar
Feel free for giving me a feedback. Thank you.